Kamis, 08 Agustus 2019

Misteri Umur Manusia

Menurut data dari Bank Dunia pada 2016, Indonesia mempunyai angka harapan hidup 69,19 tahun, lebih rendah daripada tetangga kita Malaysia yaitu 75,3 tahun. Apalagi jika dibandingkan dengan Jepang yang mempunyai angka harapan hidup yang sangat tinggi yaitu 83,98 tahun melebihi Amerika maupun Cina.

Angka harapan hidup Indonesia telah mengalami tren kenaikan dari tahun ke tahun. Namun, masih perlu ditingkatkan lagi agar setara dengan negara-negara maju yang cenderung punya angka harapan hidup tinggi. Menelisik angka harapan Indonesia yang jauh lebih rendah daripada negara-negara maju, bahkan dengan negara tetangga kita Malaysia, apakah Tuhan lebih sayang kepada masyarakat di negara-negara maju tersebut sehingga diberi umur panjang? Saya rasa tidak begitu, Tuhan tentunya adil terhadap semua umatnya meskipun berbeda bangsa, ras, maupun agama. Lalu kenapa bisa berbeda-beda angka harapan hidup tiap bangsa? Bukankah Tuhan telah menetapkan takdir hidup dan mati kita?

Iya-ya, tuhan kan telah menetapkan takdir kita, umur kita, apa mungkin ada yang kurang kita pahami selama ini? Saya bukan ahli agama, tetapi saya coba berpikir kritis mengapa orang-orang di negara maju umurnya rata-rata lebih panjang daripada di negara-negara berkembang termasuk Indonesia? Mari kita singkap satu-persatu faktor penyebabnya:

  1. Negara-negara maju punya fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni sehingga masyarakatnya bisa lebih terjamin kesehatannya.
  2. Masyarakat di negara-negara maju lebih berpendidikan dan lebih tahu pola hidup yang sehat dengan makanan sehat dan olahraga yang baik.
  3. Kesejahteraan masyarakat negara-negara maju tentunya lebih baik sehingga secara fisik dan psikis harusnya mereka jauh lebih baik dari masyarakat negara berkembang karena tercukupinya asupan makanan yang berkualitas dan tingkat kebahagiaan yang lebih baik sehingga membuat hidup mereka lebih rileks, nyaman, dan bahagia.
  4. Kondisi lingkungan di negara-negara maju secara umum jauh lebih baik daripada di negara-negara berkembang karena masyarakat dan pemerintahnya sudah lebih sadar akan kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.
Jika faktor-faktor di atas menjadi penyebab semakin tingginya angka harapan hidup sebuah masyarakat, berarti apakah ada yang kurang kita pahami tentang takdir umur kita? Saya jadi berpikir, apakah Tuhan membuat takdir umur kita dengan semi fleksibel dalam artian ada batas atas umur kita berakhir sampai dimana, dan batas bawah umur kita bisa berakhir sejak waktu tertentu. Ilustrasinya adalah seperti ini. Misalkan jika Tuhan menetapkan umur kita semi fleksibel antara umur 60 s.d. 80 tahun. Jadi pada periode itu umur kita bisa berakhir kapan saja tergantung dari bagaimana kita merawat kesehatan kita. Apakah benar begitu? Saya kurang tahu, karena ini hanya analisis pendek saya saja terkait umur manusia dengan data-data statistik angka harapan hidup berbagai negara di dunia.

Beberapa waktu lalu saya membaca artikel di majalah ternama yang sudah lebih dari 50 tahun terbit di Indonesia bahwa umur tubuh manusia itu bisa sampai usia 120 tahun. Masuk akal juga sih, kita seringkali mendengar di berita beberapa manusia modern hidup lebih dari satu abad. 

Umur memang Tuhan yang menentukan, tapi sebagai manusia kita diwajibkan untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya, InsyaAllah Tuhan akan memberikan umur panjang yang berkah bagi kita. Amin.......