Senin, 06 Maret 2017

Bersedekah dengan Menulis di Blog


Kemarin saya bahas bersedekah dengan menanam, sekarang akan saya tulis mengenai bersedekah dengan menulis. Banyak diantara kita yang punya hobi menulis, dan di zaman internet seperti sekarang ini, kita lebih banuak menulis di media online daripada menulis di kertas, buku, ataupun mengetik secara offline di komputer.

Hampir semua orang sering menulis di media online saat ini. Entah itu posting status di Facebook, sekedar membalas komentar di sosmed, sampai dengan keranjingan menulis (mengetik) di social messaging semacam Whatsapp dkk yang notabene hanya menulis tulisan pendek, singkat, kalau perlu kata-katanya juga disingkat. Kalau yang gemar menulis tulisan atau artikel yang relatif panjang (tidak hanya satu paragraf) mungkin jumlahnya tidak banyak bertambah dari tahun ke tahun meskipun penetrasi internet di Indonesia sudah luar biasa saat ini.

Mengapa kita suka menulis artikel yang panjang di internet mungkin disebabkan berbagai alasan mulai dari nggak punya waktu, nggak punya ide, malu tulisannya dibaca orang lain, buang-buang waktu saja, dll. Mungkin jarang kita menyadari dengan menulis sebuah artikel yang bermanfaat di internet dalam hal ini Blog, kita juga bisa bersedekah lho, kok bisa?

Mari kita identifikasi satu persatu alasannya:

  1. Jika kita punya blog dan tulisan kita mengenai sesuatu yang bermanfaat, maka jika tulisan kita terindeks oleh Mbah Google dan ketika orang mencari referensi tentang sesuatu dan ternyata diarahkan oleh Mbah Google untuk membuka tulisan kita, maka kita sudah memberikan manfaat bagi orang itu, sedekah juga to namanya?
  2. Ketika si pembaca blog komentar atau sekedar bertanya lebih lanjut terkait sesuatu yang kita tulis, jika kita menjawabnya dengan tulus dan mungkin saja memberikan solusi bagi si pembaca, bermanfaat juga to.
  3. Ketika seseorang membaca tulisan kita, dan mungkin tulisan kita itu materinya lucu sehingga menghibur dirinya, secara tidak langsung kita memberikan sumbangsih terhadap kebahagiaan si pembaca
  4. Jika kita gemar menulis di blog keroyokan semisal Kompasiana, jika tulisan kita menarik dan dibaca oleh banyak orang, maka kita akan memberikan pengaruh yang positif sekaligus ke banyak orang, mungkin bisa banyak orang yang terinspirasi melakukan hal baik atau sesuatu yang bermanfaat gara-gara membaca tulisan kita.
  5. Selain itu kadangkala jika si pembaca terbantu karena tulisan kita juga mungkin saja dalam hatinya mendoakan kita, bukannya sesuatu yang mengharukan didoakan oleh orang yang tidak kita kenal dengan tulus.
Adakalanya si pembaca juga mengucapkan terima kasih atas tulisan kita dengan menuliskannya di kolom komentar, menurut saya itu adalah kebahagiaan yang luar biasa karena keberadaan kita di dunia ternyata bermanfaat bagi orang lain.

Seringkali motivasi menulis di blog juga dikarenakan ada iming-iming lain dari google seperti iklan. Namun, menurut saya hal itu tidak perlu dijadikan tujuan utama, yang penting niat tulus kita membagi pengalaman, ide ataupun sesuatu dalam bentuk tulisan kita niatkan agar bermanfaat bagi orang lain. Kalaupun kita mendapatkan banyak pendapatan iklan dari tulisan kita ya, anggap saja itu bonus ya.....

Ayo kita Menulis.....!

Minggu, 05 Maret 2017

Bersedekah dengan Menanam

Tanaman di sekitar Rumah saya (dok. pribadi)
Bersedekah seringkali diidentikkan dengan menyumbangkan sebagian uang atau materi kita kepada orang lain yang tidak mampu. Namun, sebenarnya tidak sesempit itu lingkup sedekah. Sedekah bisa beraneka ragam bentuknya termasuk dengan kegiatan menanam. Lho kok bisa?

Sering tidak kita sadari jika kita menanam entah itu tanaman hias, sayuran, buah-buahan, pohon, bahkan rumput sekalipun, kita sebenarnya sudah bersedekah lho.... Coba kita identifikasi hal-hal apa saja yang bisa kita peroleh dari menanam.

  1. Tanaman yang kita tanam entah itu besar ataupun kecil menghasilkan Oksigen dari hasil fotosintesisnya, jadi secara tidak langsung kita menyumbangkan udara segar untuk dihirup oleh orang lain. Rumput sekalipun juga menghasilkan oksigen ketika berfotosintesis. 
  2. Ketika tanaman itu tumbuh, tak jarang daunnya dimakan ulat, ataupun daunnya yang jatuh ke tanah menjadi humus dimakan cacing dan mikroba. Bunga dari tanaman yang kita tanam dihisap nektarnya oleh serangga, ataupun buahnya yang dimakan oleh ulat dan kelelawar buah (codot). Secara tidak langsung kita telah memberi makan hewan-hewan itu.
  3. Pohon yang kita tanam seringkali dipakai burung untuk membangun sarangnya, juga sebagai tempat tinggal bunglon, semut bahkan ular sekalipun. Kupu-kupu juga sering menghinggapinya. Secara tidak langsung kita memberikan temapt tinggal bagi hewan-hewan itu.
  4. Ketika hujan datang dengan derasnya, banyak air yang dapat diserap oleh pohon yang kita tanam, rumput, bahkan daun dan ranting pohon pun ikut serta  menangkap butiran hujan agar tidak langsung jatuh ke tanah. Erosi, banjir, genangan air bisa terminimalisir, sehingga lingkungan tempat tinggal kita menjadi nyaman yang tidak hanya kita nikmati, tapi dinikmati oleh tetangga-tetangga kita. Bahkan, suplai air tanah pun terjaga sehingga potensi keringnya air sumur di kawasan perumahan kita bisa dicegah.
  5. Ini satu lagi yang menarik, ketika kita menanam semacam cabe rawit (apalagi pas mahal-mahalnya seperti saat ini), belimbing wuluh, pohon salam ataupun pohon-pohon buah lainnya, saat tetangga kita minta cabe ataupun buah lainnya dan kita dengan senang hati memberinya, kita juga sudah bersedekah saat itu juga.
  6. Ketika tanaman kita terlihat hijau segar sehingga menarik perhatian orang lain dan membuat nyaman pandangan orang lain, maka secara tidak langsung kita juga sudah bersedekah memberikan siraman jiwa, karena dengan melihat tanaman biasanya tingkat stress seseorang akan berkurang, pandangan menjadi lebih adem, menentramkan jiwa.
  7. Pohon-pohon yang kita tanam tumbuh semakin besar bisa menciptakan iklim mikro yang sejuk sehingga membuat nyaman lingkungan sekitar. Terik panas dan silaunya cahaya matahari dapat tereduksi dengan signifikan sehingga membuat nyaman siap saja yang berada di sekitarnya.
Masih banyak lagi manfaat dari menanam yang bisa dikategorikan sedekah. Menarik dan menyenangkan sekali bukan. Kita bisa bersedekah tanpa harus menunggu punya uang atau kaya. So, tunggu apalagi. Ayo kita menanam...... Semoga Tuhan senantiasa meridhoi hal-hal positif yang kita perbuat.