Minggu, 19 November 2017

Bersyukur itu Mudah : AIR

Siapa bilang besyukur itu sulit? Ya memang sulit kalau kita mempersyaratkan baru mau bersyukur ketika sudah kaya, persoalannya kapan kamu kayanya? Yang ada cuma ngiri aja punya orang.

Bersyukur itu mudah! Coba lihat di sekeliling kita. Kita jangan mulai bersyukur ketika kita sudah kaya raya, tapi kita bisa mulai saat ini. Coba lihat dan amati sekelilingmu!

Air, pernahkah kita bersyukur akan air yang bisa kita nikmati tiap hari. Air bersih dan jernih itu juga nikmat yang luar biasa dan patut kita syukuri. Coba bandingkan air di rumahmu dengan air di tetangga kompleksmu, tak sedikit bukan meskipun satu komplek perumahan, kondisi airnya berbeda-beda. Ada yang jernih, ada yang keruh bahkan berbau. Ketika air kita jernih dan tidak berbau, bisa langsung kita gunakan tanpa perlu di filter, tetapi sebaliknya ketika air sumur keruh maka perlu filter yang tentunya harganya tidak murah, dan perlu perawatan tiap minggunya entah untuk ganti penyaringnya atau lainnya. Seberapa besar uang yang harus dikeluarkan hanya untuk filter air dan perawatannya?

Pernahkah kalian ke luar Jawa, misalnya di daerah Pontianak. Di sana jika musim kemarau, air PDAM akan berubah rasa menjadi payau bahkan asin jika kemaraunya lumayan panjang, karena PDAM setempat tidak bisa mengolah (desalinasi) air asin dari Sungai Kapuas menjadi air tawar.

Pernahkah kalian berkunjung ke daerah gambut yang airnya hitam kecoklatan seperti kopi? Pernahkah kalian melihat Ibu-ibu tua dan anak-anak kecil di Gunung Kidul atau daerah lainnya yang sering dilanda kekeringan parah mengambil air berkilo-kilometer dari rumah mereka, itupun air yang didapatkan tak jarang warnanya keruh.

Mempunyai sumber air atau sumur yang jernih, sudah seharusnya membuat kita lebih bersyukur akan nikmatnya. Hal yang sering terlupakan oleh kita karena silau kehidupan hedonisme dunia yang berhasil membengkakkan rasa iri kita dan mengerdilkan rasa syukur kita

Rasa syukur kita akan air bersih tentunya akan menyadarkan kita betapa tidak semua orang di dunia ini mempunyai akses dengan mudah ke air bersih. Ada yang membeli dengan harga mahal, adapula yang mencarinya sampai berjalan berkilo-kilometer. Tentunya tidak hanya dengan sekedar rasa syukur saja, lebih bagus lagi kalau rasa syukur itu kita ejawantahkan ke perilaku kita sehari-hari. Misalkan jika ada lahan kosong di sekitar rumah kita, kita perlu menanaminya dengan pohon agar air hujan tidak langsung lari ke selokan. Atau bisa juga kita membuat sumur serapan dan biopori agar air hujan bisa terserap dengan mudah ke tanah atau ditampung di dalam sumur resapan untuk tetap menjaga cadangan air tanah.

Kita juga perlu bijak dalam menggunakan air, jangan biasakan air kran mengalir terus di bak cuci piring. Jangan biasakan pula air di shower terus mengalir saat kita mandi. Kita juga bisa pula memanfaatkan air cucian beras untuk menyiram tanaman kita agar lebih syukur.

Begitu mudah kita bersyukur atas hal-hal di sekitar kita. Besyukur juga akan melepaskan berbagai penyakit hati yang berdampak buruk terhadap fisik kita. Sudahkah kita penuhi hari kita dengan rasa syukur?

Sabtu, 22 Juli 2017

Kenapa Ketika Mendengarkan Khotbah Jumat Selalu Mengantuk Berat?

Diantara kita yang umat muslim hampir dapat dipastikan pernah, sering, atau bahkan selalu mengantuk ketika mendengarkan khotbah menjelang sholat Jumat. Saya pun sering mengalaminya, kalau tidak dikatakan hampir selalu mengantuk, hehe......

Nggak peduli masjidnya adem, sejuk, bahkan panas sekalipun tetap saja rasa kantuk itu datang menerjangku. Entah beberapa detik seringkali langsung semacam pikiran melayang entah kemana hampir seperti bermimpi singkat meskipun masih sempat tersadar, padahal dalam hati ini sangat kuat berniat untuk mendengarkat Pak Khotib berkhotbah, waduh parah......

Coba kita identifikasi satu per satu kemungkinan mengapa kita mengantuk saat khotbah jumat:

  1. Masjidnya sejuk dan adem, padahal di luar panas banget, jadi sangat kondusif untuk memejamkan mata, hehe..... 
  2. Khotbahnya sangat panjang, dan jamaah sudah mulai 'bosan', sehingga nggak fokus lagi ke isi khotbah, jadinya seringkali tanpa disadari , mata pun mulai terpejam
  3. Suara Khotibnya enak banget, seperti menghantarkan kita untuk tidur....
  4. Badan yang capek ditambah lagi abis makan alias perut kenyang, memicu rasa kantuk datang lebih cepat.
  5. Nah yang terakhir inilah yang kata temanku penyebab  mengapa kita ngantuk saat khotbah Jumat, yang tak lain karena godaan setan. Dia juga berargumen mengapa menyimpulkan godaan setan sebagai penyebab utama rasa kantuk datang saat khotbah Jumat, karena ketika sudah sangat berniat untuk fokus mendengarkan khotbah tetap saja sangat sulit untuk menahan kantuk, dan ketika kita usai sholat Jumat, kalau ngantuk kita itu datang secara alami pasti masih ada sisa-sisa rasa kantuk, tapi biasanya seusai sholat jumat kita akan bersemangat lagi, merasa berenergi tanpa rasa kantuk sedikit pun. Kalau kunalar benar juga ya, kan meskipun ada masjid yang hawa di dalamnya panas karena nggak ada AC ataupun kipas angin, tetap saja rasa kantuk itu datang, padahal wajarnya kondisi hawa panas tidak memicu seseorang untuk cepat mengantuk.
Rasanya kita perlu juga menginventarisir apa saja yang bisa membebaskan rasa kantuk ketika mendengar khotbah Jumat:
  1. Khotibnya berkhotbah dengan penuh semangat, berenergi, dengan suara yang lantang, yang tanpa kita sadari kita akan terfokus dengannya sehingga tidak ngantuk. Secara alamiah, manusia tertarik dengan sesuatu yang intens, entah itu cahaya yang lebih terang, warna yang lebih mencolok, nah dalam hal ini suara yang lebih lantang akan menarik perhatian kita.
  2. Kata orang jangan makan dulu sebelum jumatan agar tidak cepat mengantuk. Tapi kok nggak ngaruh kepadaku ya, hehe.....
  3. Jangan duduk di dekat kipas angin atau hembusan AC karena mata kita akan lebih cepat terpacu untuk mengantuk ketika terkena hembusan angin yang sejuk. Tapi memang nyaman sih ya kalau duduk samnil terkena hembusan semilir angin, kayak di pantai, hehe.....
  4. Mandi sebelum jumatan karena badan kita akan lebih fresh sehingga mengurangi potensi cepatnya rasa kantuk datang.
  5. Senantiasa ber-istighfar ketika rasa kantuk tiba-tiba menyergap kita.
Mungkin teman-teman punya solusi atau penjelasan yang benar tentang rasa kantuk saat mendengarkan khotbah jumat, karena tulisan ini murni pendapat dan pengamatan saya pribadi yang mungkin masih banyak kesalahan. 

Senin, 06 Maret 2017

Bersedekah dengan Menulis di Blog

Header Blog Pribadi saya di polahku.com
Kemarin saya bahas bersedekah dengan menanam, sekarang akan saya tulis mengenai bersedekah dengan menulis. Banyak diantara kita yang punya hobi menulis, dan di zaman internet seperti sekarang ini, kita lebih banuak menulis di media online daripada menulis di kertas, buku, ataupun mengetik secara offline di komputer.

Hampir semua orang sering menulis di media online saat ini. Entah itu posting status di Facebook, sekedar membalas komentar di sosmed, sampai dengan keranjingan menulis (mengetik) di social messaging semacam Whatsapp dkk yang notabene hanya menulis tulisan pendek, singkat, kalau perlu kata-katanya juga disingkat. Kalau yang gemar menulis tulisan atau artikel yang relatif panjang (tidak hanya satu paragraf) mungkin jumlahnya tidak banyak bertambah dari tahun ke tahun meskipun penetrasi internet di Indonesia sudah luar biasa saat ini.

Mengapa kita suka menulis artikel yang panjang di internet mungkin disebabkan berbagai alasan mulai dari nggak punya waktu, nggak punya ide, malu tulisannya dibaca orang lain, buang-buang waktu saja, dll. Mungkin jarang kita menyadari dengan menulis sebuah artikel yang bermanfaat di internet dalam hal ini Blog, kita juga bisa bersedekah lho, kok bisa?

Mari kita identifikasi satu persatu alasannya:

  1. Jika kita punya blog dan tulisan kita mengenai sesuatu yang bermanfaat, maka jika tulisan kita terindeks oleh Mbah Google dan ketika orang mencari referensi tentang sesuatu dan ternyata diarahkan oleh Mbah Google untuk membuka tulisan kita, maka kita sudah memberikan manfaat bagi orang itu, sedekah juga to namanya?
  2. Ketika si pembaca blog komentar atau sekedar bertanya lebih lanjut terkait sesuatu yang kita tulis, jika kita menjawabnya dengan tulus dan mungkin saja memberikan solusi bagi si pembaca, bermanfaat juga to.
  3. Ketika seseorang membaca tulisan kita, dan mungkin tulisan kita itu materinya lucu sehingga menghibur dirinya, secara tidak langsung kita memberikan sumbangsih terhadap kebahagiaan si pembaca
  4. Jika kita gemar menulis di blog keroyokan semisal Kompasiana, jika tulisan kita menarik dan dibaca oleh banyak orang, maka kita akan memberikan pengaruh yang positif sekaligus ke banyak orang, mungkin bisa banyak orang yang terinspirasi melakukan hal baik atau sesuatu yang bermanfaat gara-gara membaca tulisan kita.
  5. Selain itu kadangkala jika si pembaca terbantu karena tulisan kita juga mungkin saja dalam hatinya mendoakan kita, bukannya sesuatu yang mengharukan didoakan oleh orang yang tidak kita kenal dengan tulus.
Adakalanya si pembaca juga mengucapkan terima kasih atas tulisan kita dengan menuliskannya di kolom komentar, menurut saya itu adalah kebahagiaan yang luar biasa karena keberadaan kita di dunia ternyata bermanfaat bagi orang lain.

Seringkali motivasi menulis di blog juga dikarenakan ada iming-iming lain dari google seperti iklan. Namun, menurut saya hal itu tidak perlu dijadikan tujuan utama, yang penting niat tulus kita membagi pengalaman, ide ataupun sesuatu dalam bentuk tulisan kita niatkan agar bermanfaat bagi orang lain. Kalaupun kita mendapatkan banyak pendapatan iklan dari tulisan kita ya, anggap saja itu bonus ya.....

Ayo kita Menulis.....!

Minggu, 05 Maret 2017

Bersedekah dengan Menanam

Tanaman di sekitar Rumah saya (dok. pribadi)
Bersedekah seringkali diidentikkan dengan menyumbangkan sebagian uang atau materi kita kepada orang lain yang tidak mampu. Namun, sebenarnya tidak sesempit itu lingkup sedekah. Sedekah bisa beraneka ragam bentuknya termasuk dengan kegiatan menanam. Lho kok bisa?

Sering tidak kita sadari jika kita menanam entah itu tanaman hias, sayuran, buah-buahan, pohon, bahkan rumput sekalipun, kita sebenarnya sudah bersedekah lho.... Coba kita identifikasi hal-hal apa saja yang bisa kita peroleh dari menanam.

  1. Tanaman yang kita tanam entah itu besar ataupun kecil menghasilkan Oksigen dari hasil fotosintesisnya, jadi secara tidak langsung kita menyumbangkan udara segar untuk dihirup oleh orang lain. Rumput sekalipun juga menghasilkan oksigen ketika berfotosintesis. 
  2. Ketika tanaman itu tumbuh, tak jarang daunnya dimakan ulat, ataupun daunnya yang jatuh ke tanah menjadi humus dimakan cacing dan mikroba. Bunga dari tanaman yang kita tanam dihisap nektarnya oleh serangga, ataupun buahnya yang dimakan oleh ulat dan kelelawar buah (codot). Secara tidak langsung kita telah memberi makan hewan-hewan itu.
  3. Pohon yang kita tanam seringkali dipakai burung untuk membangun sarangnya, juga sebagai tempat tinggal bunglon, semut bahkan ular sekalipun. Kupu-kupu juga sering menghinggapinya. Secara tidak langsung kita memberikan temapt tinggal bagi hewan-hewan itu.
  4. Ketika hujan datang dengan derasnya, banyak air yang dapat diserap oleh pohon yang kita tanam, rumput, bahkan daun dan ranting pohon pun ikut serta  menangkap butiran hujan agar tidak langsung jatuh ke tanah. Erosi, banjir, genangan air bisa terminimalisir, sehingga lingkungan tempat tinggal kita menjadi nyaman yang tidak hanya kita nikmati, tapi dinikmati oleh tetangga-tetangga kita. Bahkan, suplai air tanah pun terjaga sehingga potensi keringnya air sumur di kawasan perumahan kita bisa dicegah.
  5. Ini satu lagi yang menarik, ketika kita menanam semacam cabe rawit (apalagi pas mahal-mahalnya seperti saat ini), belimbing wuluh, pohon salam ataupun pohon-pohon buah lainnya, saat tetangga kita minta cabe ataupun buah lainnya dan kita dengan senang hati memberinya, kita juga sudah bersedekah saat itu juga.
  6. Ketika tanaman kita terlihat hijau segar sehingga menarik perhatian orang lain dan membuat nyaman pandangan orang lain, maka secara tidak langsung kita juga sudah bersedekah memberikan siraman jiwa, karena dengan melihat tanaman biasanya tingkat stress seseorang akan berkurang, pandangan menjadi lebih adem, menentramkan jiwa.
  7. Pohon-pohon yang kita tanam tumbuh semakin besar bisa menciptakan iklim mikro yang sejuk sehingga membuat nyaman lingkungan sekitar. Terik panas dan silaunya cahaya matahari dapat tereduksi dengan signifikan sehingga membuat nyaman siap saja yang berada di sekitarnya.
Masih banyak lagi manfaat dari menanam yang bisa dikategorikan sedekah. Menarik dan menyenangkan sekali bukan. Kita bisa bersedekah tanpa harus menunggu punya uang atau kaya. So, tunggu apalagi. Ayo kita menanam...... Semoga Tuhan senantiasa meridhoi hal-hal positif yang kita perbuat.